Showing posts with label black box. Show all posts
Showing posts with label black box. Show all posts

Friday, November 05, 2010

Side Story

Melamun
lalu menulis
sambil membayang
dan sekedar mencoret
ditemani kabut asap rokok
bersama setumpuk kamus kamus muluk

Melamun
lalu mencetak
apa yang terlintas
yang terlalu muluk
atau kurang muluk
dan mencari cari
bahasa bahasa tak perlu
untuk menggambar khayal khayal kosong
seperti petak umpet
tapi tak ada padanannya
maka dicari cari
tiap bayangan
yang mungkin tersurat
dikeempat dinding kamar
yang membisu
seolah mentertawakan kusamnya kertas
yang kumal penuh coretan berkarat

Melamun
menelusuri bersitan bijak
membuka kitab kitab warna
berjalan jalan tiada tentu
pahatan pahatan lisan
lusuh penuh retakan
menyisakan nisan nisan tak terbayar
naga naga lembut
dan lain lain
dan seterusnya
dan sebagainya

Melamunkan malam
untuk melupakan siang
dan menantikan pagi
hingga lembar terakhir

Side Story

Melamun
lalu menulis
sambil membayang
dan sekedar mencoret
ditemani kabut asap rokok
bersama setumpuk kamus kamus muluk

Melamun
lalu mencetak
apa yang terlintas
yang terlalu muluk
atau kurang muluk
dan mencari cari
bahasa bahasa tak perlu
untuk menggambar khayal khayal kosong
seperti petak umpet
tapi tak ada padanannya
maka dicari cari
tiap bayangan
yang mungkin tersurat
dikeempat dinding kamar
yang membisu
seolah mentertawakan kusamnya kertas
yang kumal penuh coretan berkarat

Melamun
menelusuri bersitan bijak
membuka kitab kitab warna
berjalan jalan tiada tentu
pahatan pahatan lisan
lusuh penuh retakan
menyisakan nisan nisan tak terbayar
naga naga lembut
dan lain lain
dan seterusnya
dan sebagainya

Melamunkan malam
untuk melupakan siang
dan menantikan pagi
hingga lembar terakhir

book of art

Lembaran Kosong
putih ......
bagi hari ini
bersih .....
untuk mata ini
yang mendengar
menyimpan
segala ungkapan
sisi renungan
dera hari ke hari
dan tiap serpih bintang dilangit
yang tercecer dari sukmaku
yang kukumpulkan
tersulamkan emas
akan hidup yang kucinta

Lembaran ini
seperti pula kerangka masa
dengan paragraf paragraf bisu
dan selimut ladang kata
pada pertemuan kita
cintaku padamu
tiada terucapkan

Lembaran ini
tempatku merenung
mencari arti
memahami pekerti
atas perjalan ini
yang kulalui
kita lampaui bersama

Lembaran ini
bagian dariku
lukisan rapuhnya mimpi
yang ingin kita bina
yang tiada ingin kuubah
walau ia menjadi lambang
mata dari masa
yang menuai kedewasaan
untuk mencintaimu
bersama kelana jiwa
yang dapat menerima

(la fest et Doerd)

Rindu dihati
rindu di nadi
menelusup lembut
menusuk nusuk lamun malam

Rindu dimalam
menggelitik angan
tuk mencipta bayang
dipelupuk jiwa
dipelukan sepi

Hening
merajut resah
kedalam relung relung jiwa
ada yang hilang
ada yang kurang
........

Gambar gambar lembut berlarian
mengusik mimpi
menguak sadar
kedalam benam asmara
akan dirimu

Kubuka jendelaku
kubisikkan namamu pada rembulan
pada mega
alam yang mengalun ringan
rasa ini
diantara jarak raga
......
semoga dapat kaurasakan
cinta ini
kedalam mimpimu
betapa ......
kurindu dirimu
hatimu
tuk menemaniku .................

Alamku
sampaikanlah salamku
untuknya disana

Monday, August 10, 2009

Write a New Note Sebuah modal bernama "man"

biasanya aku teringat dengan 2 nasehat mengenai bekerja :
1. Dimanapun dirimu bekerja dan sebagai apapun, dirimu adalah pemilik pekerjaan dan perusahaan itu. Lakukan segala sesuatu semaksimal mungkin agar Perusahaan milikmu menjadi makin besar, makin kuat dan makin baik. Intinya adalah tekuni dengan serius seolah dirimu ikut andil dalam jatuh bangunnya sebuah perusahaan. hasil terbaik adalah usaha terbaik dibidangmu.
2. Dirimu adalah kata2, ungkapan pikiran dan cerita, bertanggungjawablah dengan berkata yang tegas dan jelas mengenai siapa dirimu. esensinya adalah diri kita adalah citra yang ingin kita tampilkan. bertanggung jawablah dengan citra yang dibuat.

dalam teori dunia manajerial modern hal ini mulai diperkenalkan kepada setiap segmen perusahaan, rasa memiliki sebuah perusahaan dan kebanggaan pada tiap pekerjaan harus ditampilkan dalam citra yang tegas dan sederhana. Padahal teori diatas bisa dikatakan hanya sedikit lebih muda dibanding wayang kulit di Indonesia ini.

dalam 15 tahun singkat bekerja, hanya 1 kali secara teori dan penerapan aku melihat kejadian diatas. Sisanya lebih berupa slogan dan ledakan sesaat seperti teori lainnya yang berusaha memberi landasan berpikir manajerial.

selamanya ucapan " selama belum punya perusahaan sendiri ! " terasa ironis, pekerjaan tidak sekedar hobi atau kewajiban. Sudah saatnya paradigma diubah, dari sekedar bagian numeris yang bisa dibuang atau paradigma Perusahaan adalah keluarga, menjadi keyakinan setiap orang adalah pemilik dari sebuah perusahaan. Perasaan memiliki biasanya berbanding lurus dengan mencintai dan bertanggung jawab. Sebuah modal bernama "man" yang mungkin tidak akan lagi sekedar jargon dipinggir slogan.

semoga bisa diingat selalu, "Man" not a "Machine" under the label of "Employee"

manusia organisasi

dalam dunia yang bernama keteraturan
ada 5 kultur dasar yang hidup didalamnya
yang menentang peraturan
yang mengerti aturan
yang tidak memahami peraturan
yang membengkokkan aturan
yang menjiwai aturan

dalam koridor manajerial
3 segmen kultur mendapat perhatian khusus
membutuhkan pemahaman lebih
dan menuntut perhatian lebih banyak

2 kultur telah mendapat cukup bahasan
banyak materi yang membahas
bagaimana menangani
para penentang aturan
dan pembengkok aturan
segment yang melintas di antara
hitam dan kelabu

dan hanya 1 kultur yang tidak terbahas lengkap
si penjiwa aturan
yang mengerti tiap butir aturan yang ada
dan tidak butir lainnya
hanya ketepatan yang mengagumkan
berjalan di tiap kata peraturan
dan menjalani tiap celahnya dengan pasti
dan membuatnya benar
tanpa penyesuaian
dan biasanya
bisa berdampak lebih merusak dibanding kultur lainnya
tanpa rasa bersalah


-- Organisasi, Perilaku-Struktur-Proses,Teori Komunikasi massa, Majerial Game - moralitas dan loyalitas peraturan --

sayangnya, kecenderungan organisasi membentuk group-group ekslusif
termasuk buku, bahasa, jargon dan cara pengenalan diri
kadang menolak adanya ide,
bahwa group diluar mereka, mampu mendalami kehidupan group lain.
kelemahan persepsi dasar
manusiawi
sayangnya.. biasa..

Monday, July 13, 2009

librarian

Don't u ever made History as an excuse for u..
even u think u've done the right things..
with breakin the rules..
maybe i could try to understand..
but don't u ever think that i'll goin to agree

Don't u ever...
made ..
History ..
as an excuse
for what u've done

u've already made urself
became a man..
that u hate so much..

so..
Don't u ever...
think..
even white lie..
will made ur history..
as white as u think..
while u took the nail in ur heart
and and nail it down to another..
for any good reason..
for excuse..

as i said before..
i could understand the reason
but thats not goin to be an excuse to understand u..
from now ..
i made my own history..
even ur history will be part of mine..
i will always regret it..