Friday, May 08, 2009
Thursday, March 26, 2009
Saturday, March 21, 2009
Tuesday, December 30, 2008
in memoriam 2008
bukan sekedar kata..
bukan kata
yang memisahkan..
dan tentu bukan kata
dan kias kata kata
untuk menjelaskan
perbedaan
yang berbeda
dan yang dibedakan..
antara kita
dan.. waktu..
bukan kiasan..
ataupun bualan..
yang berbeda..
hanya kata..
langkah..
dan kita..
hanya cerita
cerita ini.. yang berubah..
tidak juga apa yang tersembunyi
tidak juga yang berbunyi..
dan itu..
bukanlah kata..
tanpa hati..
bukan kata
yang memisahkan..
dan tentu bukan kata
dan kias kata kata
untuk menjelaskan
perbedaan
yang berbeda
dan yang dibedakan..
antara kita
dan.. waktu..
bukan kiasan..
ataupun bualan..
yang berbeda..
hanya kata..
langkah..
dan kita..
hanya cerita
cerita ini.. yang berubah..
tidak juga apa yang tersembunyi
tidak juga yang berbunyi..
dan itu..
bukanlah kata..
tanpa hati..
pojok 20081231
perlahan langit membiru..
membuka selubung hari..
menampakkan panggung pagi..
penuh..
dengan hilir mudik
mengisi..
memenuhi..
janji
doa
kewajiban..
manusia manusia
manusia demi manusia
citranya
menjadi nyata
nyaris nyata
atau berharap
itulah kenyataan
akan dirinya
dengan satu
sedikit
dan lebih langkah
yang sadar
tetap sadar
dan kesadaran itu sendiri..
kedalam peran dan peran..
bertemu..
perpisahan..
ingatan..
membuat cerita
ataupun bagian dari ceritanya.
sedikit sketsa..
dipojok pagi..
sebagai ingatan..
akan manusia
dan manusiawi
membuka selubung hari..
menampakkan panggung pagi..
penuh..
dengan hilir mudik
mengisi..
memenuhi..
janji
doa
kewajiban..
manusia manusia
manusia demi manusia
citranya
menjadi nyata
nyaris nyata
atau berharap
itulah kenyataan
akan dirinya
dengan satu
sedikit
dan lebih langkah
yang sadar
tetap sadar
dan kesadaran itu sendiri..
kedalam peran dan peran..
bertemu..
perpisahan..
ingatan..
membuat cerita
ataupun bagian dari ceritanya.
sedikit sketsa..
dipojok pagi..
sebagai ingatan..
akan manusia
dan manusiawi
Thursday, December 18, 2008
Thursday, December 11, 2008
lima
satu untuk yang tertinggal
satu untuk yang pergi
satu untuk yang terdiam
satu untuk yang terjaga
dan..
satu untuk.. yang menyelinap..
satu demi satu..
membilang terka serta mendulang duka
menjadi tulisan
teka teki dan sayap sayap kata
satu demi satu..
menebarkan jalan..
melintasi waktu..
menjadi ambang serta kiasan
satu persatu..
terperangkap oleh waktu
menjadi kristal kristal kenangan
menjadi ketiadaan
menjadi.. kehampaan..
menjadi ulangan..
memandang kosong..
dalam hati.
hanya..
dalam..
hati..
kosong..
wajah wajah terbekukan..
semuanya..
tersimpan..
menemani perjalanan panjang ini..
satu untuk yang pergi
satu untuk yang terdiam
satu untuk yang terjaga
dan..
satu untuk.. yang menyelinap..
satu demi satu..
membilang terka serta mendulang duka
menjadi tulisan
teka teki dan sayap sayap kata
satu demi satu..
menebarkan jalan..
melintasi waktu..
menjadi ambang serta kiasan
satu persatu..
terperangkap oleh waktu
menjadi kristal kristal kenangan
menjadi ketiadaan
menjadi.. kehampaan..
menjadi ulangan..
memandang kosong..
dalam hati.
hanya..
dalam..
hati..
kosong..
wajah wajah terbekukan..
semuanya..
tersimpan..
menemani perjalanan panjang ini..
Monday, October 13, 2008
Tired Land
malam..
menyapa hari yang letih..
menyapu padang padang mendidih..
menyelimutinya..
dari terpa senja hari..
dari dunia
yang tidak sekedar angin dan terik..
dunia..
yang tersembunyi dari matahari..
perlahan melagukan kesepian..
kelegaan..
mengalun..
mengelus memanggil kehidupan baru..
menawarkan cerita cerita yang tiada hilang
dari negeri matahari kembar..
tidak..
hilang..
menyapa hari yang letih..
menyapu padang padang mendidih..
menyelimutinya..
dari terpa senja hari..
dari dunia
yang tidak sekedar angin dan terik..
dunia..
yang tersembunyi dari matahari..
perlahan melagukan kesepian..
kelegaan..
mengalun..
mengelus memanggil kehidupan baru..
menawarkan cerita cerita yang tiada hilang
dari negeri matahari kembar..
tidak..
hilang..
Tuesday, September 23, 2008
enough is enough..
kurasa kubercermin..
menunjuk yang lain
tapi sebetulnya menunjuk diriku sendiri..
meminta.. mu..
tapi sebetulnya meminta diriku..
aku..
tercermin dalam matamu..
dalam pergolakanmu..
aku..
adalah dirimu..
pintu yang terkunci..
dan nisan tanpa nama..
sama sama menggugat..
dan sama terdiam..
sama..
terluka..
......
kenapa..
kita..
sama ?
..
pertanyaan itu menggaung kosong..
seolah menertawakan persimpangan kami..
menawarkan dan menumpulkan..
nama dari rasa sakit..
nama dari rasa kasih..
yang terus kita genggam..
..
orang-orang tertinggal..
dipaksa memilih jalan yang berbeda..
dan tersesat bersama hiruk pikuk kenangan..
masuk dalam kegelapan tanpa matahari
tanpa kehangatan hati..
..
dirimu adalah cermin hatiku..
cermin yang retak..
ijinkan aku untuk memegang tanganmu..
meniti titian waktu bersama..
dan mengembangkan doa sederhana..
semoga dapat kusembuhkan luka hatimu..
sebesar..
aku ingin dirimu menyembuhkan luka hatiku..
..
doa sederhana..
dan aku menangis..
mudah mudahan tangis ini untukmu..
meski luka ini terbakar
saat kubuka genggamanku..
karena..
aku membutuhkannya..
untuk menggenggammu..
menunjuk yang lain
tapi sebetulnya menunjuk diriku sendiri..
meminta.. mu..
tapi sebetulnya meminta diriku..
aku..
tercermin dalam matamu..
dalam pergolakanmu..
aku..
adalah dirimu..
pintu yang terkunci..
dan nisan tanpa nama..
sama sama menggugat..
dan sama terdiam..
sama..
terluka..
......
kenapa..
kita..
sama ?
..
pertanyaan itu menggaung kosong..
seolah menertawakan persimpangan kami..
menawarkan dan menumpulkan..
nama dari rasa sakit..
nama dari rasa kasih..
yang terus kita genggam..
..
orang-orang tertinggal..
dipaksa memilih jalan yang berbeda..
dan tersesat bersama hiruk pikuk kenangan..
masuk dalam kegelapan tanpa matahari
tanpa kehangatan hati..
..
dirimu adalah cermin hatiku..
cermin yang retak..
ijinkan aku untuk memegang tanganmu..
meniti titian waktu bersama..
dan mengembangkan doa sederhana..
semoga dapat kusembuhkan luka hatimu..
sebesar..
aku ingin dirimu menyembuhkan luka hatiku..
..
doa sederhana..
dan aku menangis..
mudah mudahan tangis ini untukmu..
meski luka ini terbakar
saat kubuka genggamanku..
karena..
aku membutuhkannya..
untuk menggenggammu..
Monday, September 22, 2008
Matahari
a riddle...
a lyrics..
from you..
tertutup sudah pintu, pintu hatiku Ku tak bisa menebak
yang pernah dibuka waktu, hanya untukmu Ku tak bisa membaca
kini kau pergi dari hidupku Tentang kamu
ku harus relakanmu walau aku tak mau Tentang kamu
* berjuta warna pelangi di dalam hati Kau buat ku bertanya
sejenak luluh bergeming menjauh pergi Slalu dalam hatiku
tak ada lagi cahaya suci Tentang kamu
semua nada beranjak, aku terdiam sepi Tentang kamu
** dengarlah matahariku suara tangisanku **Bagaimana bila akhirnya ku cinta kau
ku bersedih karna panah cinta menusuk jantungku Dari kekuranganmu hingga lebihmu
ucapkan matahariku puisi tentang hidupku Bagaimana bila semua benar terjadi
tentangku yang tak mampu melakukan waktu Mungkin inilah yang terindah
repeat* Begitu banyak bintang
Seperti pertanyaanku
dengarkanlah kau matahariku Tentang kamu
dengarlah matahariku suara tangisanku Tentang kamu
ku bersedih karna panah cinta menusuk jantungku
repeat ** repeat**
--------------- agnes monica ---------------
----------- bunga citra lestari ------------
simple..
maybe..
but thats not the question..
colour..
rainbow in the rain..
curtain..
in your eyes..
answer beyond the words..
i'll answer it..
because ..
it will be my fight..
to reach you..
between our time..
and your locked heart
behind the .. door..
a lyrics..
from you..
tertutup sudah pintu, pintu hatiku Ku tak bisa menebak
yang pernah dibuka waktu, hanya untukmu Ku tak bisa membaca
kini kau pergi dari hidupku Tentang kamu
ku harus relakanmu walau aku tak mau Tentang kamu
* berjuta warna pelangi di dalam hati Kau buat ku bertanya
sejenak luluh bergeming menjauh pergi Slalu dalam hatiku
tak ada lagi cahaya suci Tentang kamu
semua nada beranjak, aku terdiam sepi Tentang kamu
** dengarlah matahariku suara tangisanku **Bagaimana bila akhirnya ku cinta kau
ku bersedih karna panah cinta menusuk jantungku Dari kekuranganmu hingga lebihmu
ucapkan matahariku puisi tentang hidupku Bagaimana bila semua benar terjadi
tentangku yang tak mampu melakukan waktu Mungkin inilah yang terindah
repeat* Begitu banyak bintang
Seperti pertanyaanku
dengarkanlah kau matahariku Tentang kamu
dengarlah matahariku suara tangisanku Tentang kamu
ku bersedih karna panah cinta menusuk jantungku
repeat ** repeat**
--------------- agnes monica ---------------
----------- bunga citra lestari ------------
simple..
maybe..
but thats not the question..
colour..
rainbow in the rain..
curtain..
in your eyes..
answer beyond the words..
i'll answer it..
because ..
it will be my fight..
to reach you..
between our time..
and your locked heart
behind the .. door..
Monday, September 15, 2008
Full Moon
dan..
aku kembali berjalan
hanya berjalan
terus berjalan..
berjalan..
berhias peluh
bermahkotakan duka..
dera demi dera
dan aku terus berjalan
ke jalan jalan manusia
ke kota kota penuh nama
berjalan
kian jauh..
dan
kadang..
bilur bilur itu berdarah kembali
menjadi penanggalan
penanda bagi tiap perhentian
kenangan bagi perhatian
yang hilang tercuri oleh waktu
kadang..
kutolehkan kepala
mencari tapak tapak lalu
citra waktu yang mengendap
dan mengernyit oleh ledakan sakit
memaksaku tersimpuh
meregang meminta belas kasihan..
dan diam menangis
diam..
mencoba melupakan semua jejak harapan
yang berlalu tertinggal..
aku..
tidak dapat berbalik..
hanya semua dera itu yang menahanku..
meski kadang kurindukan rasa sakitnya..
rasa yang murni..
yang mengingatkan aku masih hidup..
harus hidup..
dan kembali berjalan..
dan aku berjalan..
tersesat dalam keremangan..
mungkin suatu saat Ia akan menyusulku..
menjemputku..
disaat jalan ini tidak menemuiNya..
jalan yang kupilih..
untuk kujalani..
tanpa tangan lain untuk kugenggam..
atau hati lain yang menyemangatiku..
berjalan..
dijalan ini..
selama aku masih bisa berjalan..
aku akan berjalan..
aku kembali berjalan
hanya berjalan
terus berjalan..
berjalan..
berhias peluh
bermahkotakan duka..
dera demi dera
dan aku terus berjalan
ke jalan jalan manusia
ke kota kota penuh nama
berjalan
kian jauh..
dan
kadang..
bilur bilur itu berdarah kembali
menjadi penanggalan
penanda bagi tiap perhentian
kenangan bagi perhatian
yang hilang tercuri oleh waktu
kadang..
kutolehkan kepala
mencari tapak tapak lalu
citra waktu yang mengendap
dan mengernyit oleh ledakan sakit
memaksaku tersimpuh
meregang meminta belas kasihan..
dan diam menangis
diam..
mencoba melupakan semua jejak harapan
yang berlalu tertinggal..
aku..
tidak dapat berbalik..
hanya semua dera itu yang menahanku..
meski kadang kurindukan rasa sakitnya..
rasa yang murni..
yang mengingatkan aku masih hidup..
harus hidup..
dan kembali berjalan..
dan aku berjalan..
tersesat dalam keremangan..
mungkin suatu saat Ia akan menyusulku..
menjemputku..
disaat jalan ini tidak menemuiNya..
jalan yang kupilih..
untuk kujalani..
tanpa tangan lain untuk kugenggam..
atau hati lain yang menyemangatiku..
berjalan..
dijalan ini..
selama aku masih bisa berjalan..
aku akan berjalan..
Wednesday, September 03, 2008
20080903
gelap..
diam mencekik..
mengikuti.. mengejar..
seolah penuh mata tanpa jiwa..
kegelapan..
menunjuk.. menghukum..
memadatkan untaian waktu..
dan berhenti..
saat ini..
saat tergelap..
hingga kedasar hati..
meluap hingga tepi kesadaran..
menggoda keabadian..
menggoda..
untuk lepas dan berbaur..
menjadi kepekatan..
gelap..
bisu tuli..
meninggalkan pendar kecil..
bara kecil..
bertahan..
dan membesar..
membakar tiap kegelapan..
terbakar..
menelan semua bisu dan tuli..
hiruk pikuk..
waktu yang berlarian..
bising..
dan lahirlah..
dari kuntum debu..
berbunga api..
terbidani kegelapan..
kata..
lapar..
dan terlahir kembali..
saat ini..
saat ... ini...
diam mencekik..
mengikuti.. mengejar..
seolah penuh mata tanpa jiwa..
kegelapan..
menunjuk.. menghukum..
memadatkan untaian waktu..
dan berhenti..
saat ini..
saat tergelap..
hingga kedasar hati..
meluap hingga tepi kesadaran..
menggoda keabadian..
menggoda..
untuk lepas dan berbaur..
menjadi kepekatan..
gelap..
bisu tuli..
meninggalkan pendar kecil..
bara kecil..
bertahan..
dan membesar..
membakar tiap kegelapan..
terbakar..
menelan semua bisu dan tuli..
hiruk pikuk..
waktu yang berlarian..
bising..
dan lahirlah..
dari kuntum debu..
berbunga api..
terbidani kegelapan..
kata..
lapar..
dan terlahir kembali..
saat ini..
saat ... ini...
Wednesday, August 20, 2008
Tuesday, August 19, 2008
genocide
kurasa sekarang aku mengerti...
perasaan seorang Hitler..
keinginan untuk menghancurkan banyak hal
dikarenakan 1 hal..
atau mungkin sedikit kalimat dari sebuah film membantuku..
"To be acknowledged for who and what I am; no more, no less. Not for acclaim, not for approval, but the simple truth of that recognition has been the elemental drive of my existence and it must be achieved if I am to live or die with dignity."
.. a simple existence..
fight any other existence
maybe..
just another self defense mechanism..
perasaan seorang Hitler..
keinginan untuk menghancurkan banyak hal
dikarenakan 1 hal..
atau mungkin sedikit kalimat dari sebuah film membantuku..
"To be acknowledged for who and what I am; no more, no less. Not for acclaim, not for approval, but the simple truth of that recognition has been the elemental drive of my existence and it must be achieved if I am to live or die with dignity."
.. a simple existence..
fight any other existence
maybe..
just another self defense mechanism..
Wednesday, August 13, 2008
jalan
sudah lama..
cukup lama..
dalam jalan ini
tanpa percabangan..
meski kadang curam
hingga terguling
atau terengah
karena menanjak..
dan kadang tersaruk saruk
karena bosan
tapi hanya satu..
kini..
percabangan ini
pilihan..
terasa asing dan janggal..
ragu..
takut..
sudah bertahun tahun lalu..
saat memilih jalan ini..
dengan penuh harga diri..
dan harga lainnya
yang harus dibayar
dan terus berjalan..
kini..
pilihan yang mana..
hanya satu langkah..
untuk jalan yang entah bagaimana
sejauh apa..
seberat apa..
pilihan tanpa pilihan ulang..
tiap pilihan..
ke waktu tidak akan kembali..
diam..
menggigil..
rasa takutkah..
atau ketergesaan..
karena waktu terus bergerak..
sedikit waktu..
biarlah mata ini tertutup
hingga waktu memanggil diam..
jalan manapun..
adalah jalan..
bukan kehormatan yang menunggunya..
tapi manusia yang menjalaninya
meski itu mungkin hanya sekedar alasan
untuk membenarkan jalan manapun
chi sera sera
cukup lama..
dalam jalan ini
tanpa percabangan..
meski kadang curam
hingga terguling
atau terengah
karena menanjak..
dan kadang tersaruk saruk
karena bosan
tapi hanya satu..
kini..
percabangan ini
pilihan..
terasa asing dan janggal..
ragu..
takut..
sudah bertahun tahun lalu..
saat memilih jalan ini..
dengan penuh harga diri..
dan harga lainnya
yang harus dibayar
dan terus berjalan..
kini..
pilihan yang mana..
hanya satu langkah..
untuk jalan yang entah bagaimana
sejauh apa..
seberat apa..
pilihan tanpa pilihan ulang..
tiap pilihan..
ke waktu tidak akan kembali..
diam..
menggigil..
rasa takutkah..
atau ketergesaan..
karena waktu terus bergerak..
sedikit waktu..
biarlah mata ini tertutup
hingga waktu memanggil diam..
jalan manapun..
adalah jalan..
bukan kehormatan yang menunggunya..
tapi manusia yang menjalaninya
meski itu mungkin hanya sekedar alasan
untuk membenarkan jalan manapun
chi sera sera
rhun aide
Jorg delivied Quoavivies Vargievanya
JodeQa
..
ne vanya ur valianta
ne indiya ur gianta
in ur vhagattha inum hedaya
in ur henya sum aomor reliya
Jorg dim lot archenda loa morgen
incero noin ivied ivies
ne cone vanya ..
ne cone..
dim ..
um dilivied aomor reliya ne dum ..
henya..
la heinya..
no dur quone ni quone.. de archend
mina.. nestra noint ivies..
ces ivies..
valde..
vivalde..
roa..
ro...a..
Quoavivied ni quone lamen..
Qi youst lamen ?
qi..
Jorg delivied quone heinya..
vane mor illuma..
Jorg delivied Quoavivies Vargievanya.
de mor.. vade mor.. illuma..
ne..
sori klo banyak salah ketik, maklum sebagian besar g ada padanan bunyinya :s
translasi ke lafal nor, sekitar 3000BC, atau hampir 800th kemudian
aide terdiri dari sekitar 6400 baris dan 8 un (gatra) dan sekitar 15 aro (kisah)
cuman segini yang sempet dicatet :p
klo ada yang punya naskah lengkap aide tolong dibagi ya..
aide berkisah tentang ano dari suku mor
bisa dsebut perjalanan yang penuh duka
kehilangan satu demi satu
dalam pertarungan
dalam ketakutan
dalam keputus asaan
dalam pilihan..
hingga seluruh suku mor habis tertumpas
dan dia menjual jiwanya bagi dewa kegelapan
untuk menjadi mahluk pembantai
dalam jaman itu dia dianggap sebagai pahlawan
pembalas yang hilang kemanusiaannya
hanya seorang anak kecil buta rea yang mampu menahannya
dan membimbingnya untuk memusnahkan dirinya sendiri
dan menjadi sepasang mata bagi rea
mata untuk melihat dunia
dunia yang mungkin tidak pernah dilihat ano
simbolisasi ano adalah 2 tangan dengan gada dan palu
simbolisasi rea adalah mata, guci air dan lilin
anorea dikemudian waktu mengilhami simbol kuno linggawastu
anorea adalah kata lain untuk manusia bijaksana
Jorg delivied Quoavivies Vargievanya
dari sini aku akan terus berjalan (meski harus merangkak)
JodeQa
dalam lafal nor terbaca ilea.. peziarah malam
JodeQa
..
ne vanya ur valianta
ne indiya ur gianta
in ur vhagattha inum hedaya
in ur henya sum aomor reliya
Jorg dim lot archenda loa morgen
incero noin ivied ivies
ne cone vanya ..
ne cone..
dim ..
um dilivied aomor reliya ne dum ..
henya..
la heinya..
no dur quone ni quone.. de archend
mina.. nestra noint ivies..
ces ivies..
valde..
vivalde..
roa..
ro...a..
Quoavivied ni quone lamen..
Qi youst lamen ?
qi..
Jorg delivied quone heinya..
vane mor illuma..
Jorg delivied Quoavivies Vargievanya.
de mor.. vade mor.. illuma..
ne..
sori klo banyak salah ketik, maklum sebagian besar g ada padanan bunyinya :s
translasi ke lafal nor, sekitar 3000BC, atau hampir 800th kemudian
aide terdiri dari sekitar 6400 baris dan 8 un (gatra) dan sekitar 15 aro (kisah)
cuman segini yang sempet dicatet :p
klo ada yang punya naskah lengkap aide tolong dibagi ya..
aide berkisah tentang ano dari suku mor
bisa dsebut perjalanan yang penuh duka
kehilangan satu demi satu
dalam pertarungan
dalam ketakutan
dalam keputus asaan
dalam pilihan..
hingga seluruh suku mor habis tertumpas
dan dia menjual jiwanya bagi dewa kegelapan
untuk menjadi mahluk pembantai
dalam jaman itu dia dianggap sebagai pahlawan
pembalas yang hilang kemanusiaannya
hanya seorang anak kecil buta rea yang mampu menahannya
dan membimbingnya untuk memusnahkan dirinya sendiri
dan menjadi sepasang mata bagi rea
mata untuk melihat dunia
dunia yang mungkin tidak pernah dilihat ano
simbolisasi ano adalah 2 tangan dengan gada dan palu
simbolisasi rea adalah mata, guci air dan lilin
anorea dikemudian waktu mengilhami simbol kuno linggawastu
anorea adalah kata lain untuk manusia bijaksana
Jorg delivied Quoavivies Vargievanya
dari sini aku akan terus berjalan (meski harus merangkak)
JodeQa
dalam lafal nor terbaca ilea.. peziarah malam
kenapa
sudah berapa kali kubertanya .. 'kenapa'
entah mungkin ribuan kali sejak aku mengenal kata itu..
dan tetap saja waktu tidak mengajariku untuk mengetahui semuanya..
dan tetap saja.. aku bertanya '.. kenapa.. ?'
tetap saja berjalan dijalan ini..
dan kembali bertanya .. 'kenapa'..
dihari lalu untuk mendapat jawaban bagi hari ini..
di hari ini untuk mencari harapan diesok hari..
dihari esok..
berhari hari kemudian..
kembali pada kata itu..
menyapanya untuk mengingatkan ku..
bahwa aku masih hidup untuk bertanya..
masih hidup untuk berharap..
pada 'kenapa'..
yang tidak pernah kujumpai
yang pernah kutemui..
yang pernah berjalan bersama hari hariku..
dan semua 'kenapa'..
yang tidak menjawabku..
membawaku pada lika liku perenungan..
yang memisahkanku dari kewarasan..
..
'kenapa'..
yang membuatku berlarian..
bersembunyi..
terjatuh..
kadang menyeretnya supaya mengikutiku..
itulah..
mungkin aku hidup untuk bertanya..
dan kadang hidup bersamanya untuk berlalu..
mempertahankan sedikit kesadaran untuk mendaurnya..
dan meleburnya menjadi siapa aku kini dikenal..
entah mungkin ribuan kali sejak aku mengenal kata itu..
dan tetap saja waktu tidak mengajariku untuk mengetahui semuanya..
dan tetap saja.. aku bertanya '.. kenapa.. ?'
tetap saja berjalan dijalan ini..
dan kembali bertanya .. 'kenapa'..
dihari lalu untuk mendapat jawaban bagi hari ini..
di hari ini untuk mencari harapan diesok hari..
dihari esok..
berhari hari kemudian..
kembali pada kata itu..
menyapanya untuk mengingatkan ku..
bahwa aku masih hidup untuk bertanya..
masih hidup untuk berharap..
pada 'kenapa'..
yang tidak pernah kujumpai
yang pernah kutemui..
yang pernah berjalan bersama hari hariku..
dan semua 'kenapa'..
yang tidak menjawabku..
membawaku pada lika liku perenungan..
yang memisahkanku dari kewarasan..
..
'kenapa'..
yang membuatku berlarian..
bersembunyi..
terjatuh..
kadang menyeretnya supaya mengikutiku..
itulah..
mungkin aku hidup untuk bertanya..
dan kadang hidup bersamanya untuk berlalu..
mempertahankan sedikit kesadaran untuk mendaurnya..
dan meleburnya menjadi siapa aku kini dikenal..
piece of past
waktu..
waktu itu..
sudah berapa lamakah ?
sudah.. cukup.. kah ?
sudah..
tampaknya sudah..
berubah..
tampak berubah..
atau masihkah..
atau.. ..?
menjadi gantungan kata..
atau kalimat bersayap..
masihkah ?
waktu telah membelinya..
membelimu..
dan menjualku..
untuk berubah..
atau berubah ubah..
dan menuai waktu..
dimana kata dan kalimat
tiada mampu lagi..
menghindar .. ..?
masihkah ?
sudah selesaikah ?
waktuku..
untuk menyangkalmu..
waktu itu..
sudah berapa lamakah ?
sudah.. cukup.. kah ?
sudah..
tampaknya sudah..
berubah..
tampak berubah..
atau masihkah..
atau.. ..?
menjadi gantungan kata..
atau kalimat bersayap..
masihkah ?
waktu telah membelinya..
membelimu..
dan menjualku..
untuk berubah..
atau berubah ubah..
dan menuai waktu..
dimana kata dan kalimat
tiada mampu lagi..
menghindar .. ..?
masihkah ?
sudah selesaikah ?
waktuku..
untuk menyangkalmu..
Monday, July 21, 2008
Sebatang Kayu
kok jadi gini ?
kenapa ?
ya ?..
..
hah ?..
bukan itu maksudku..
tapi..
sungguh bu..
..
ya
memang itu yang kuminta..
iya sih..
tapi seharusnya kan..
..
ya.. betul..
ta..
..
..
sebetulnya bukan ini..
iya.. salahku..
ya..
sebetulnya sebaliknya..
ya.. sebaliknya..
..
ya..
memang aku minta itu..
tapi..
..
ya ?
terbaik ?
terbaik menurut apa ?
menu..
..
tapi..
..
maaf…
ini yang sebetulnya kuinginkan..
..
ya..
aku minta maaf..
tidak seharusnya a..
ya..
maaf ya..
bisakah..
..
.
maaf bila menenta..
aku ingin..
ya..
kalau boleh diganti..
kalau boleh..
memang itu yang kuinginkan..
..
ya..
.. ya..
aku harus belajar apa lagi ?
apakah belum cuk..
..
ya..
maaf..
..
aku akan mencoba mengerti..
ya..
janji..
..
..
trims ya..
bye
kenapa ?
ya ?..
..
hah ?..
bukan itu maksudku..
tapi..
sungguh bu..
..
ya
memang itu yang kuminta..
iya sih..
tapi seharusnya kan..
..
ya.. betul..
ta..
..
..
sebetulnya bukan ini..
iya.. salahku..
ya..
sebetulnya sebaliknya..
ya.. sebaliknya..
..
ya..
memang aku minta itu..
tapi..
..
ya ?
terbaik ?
terbaik menurut apa ?
menu..
..
tapi..
..
maaf…
ini yang sebetulnya kuinginkan..
..
ya..
aku minta maaf..
tidak seharusnya a..
ya..
maaf ya..
bisakah..
..
.
maaf bila menenta..
aku ingin..
ya..
kalau boleh diganti..
kalau boleh..
memang itu yang kuinginkan..
..
ya..
.. ya..
aku harus belajar apa lagi ?
apakah belum cuk..
..
ya..
maaf..
..
aku akan mencoba mengerti..
ya..
janji..
..
..
trims ya..
bye
blind
bila ..
kegembiraan adalah abu-abu
kesedihan adalah hitam dan putih
dimana tangis dan tawa
menjadi kata hubung
dimana realitas..
menjadi garis tegas
dimana..
disana..
kalimat mempunyai arti..
dan harapan..
mempunyai makna..
kalau saja..
air mata ini berati kesedihan
dan senyum ini adalah realitas..
seharusnya..
air mata ini mempunyai arti..
Dan senyum ini mnyimpan makna..
Kalau saja..
Karena senyum ini membeku
Dan air mata tiada berhenti..
Karena senyum ini kesedihan..
dan air mata ini realitas..
garis tipis yang memisahkan
tiadanya arti dan makna..
kedalam rapuhnya kalimat dan harapan..
kalau saja..
kalau saja.. ..
ini..
hanya berandai andai..
tentu..
rangkaian tawa ini..
bukan rangkaian jawaban..
kalau saja..
kalau saja..
aku tertawa..
atas jawaban itu
kegembiraan adalah abu-abu
kesedihan adalah hitam dan putih
dimana tangis dan tawa
menjadi kata hubung
dimana realitas..
menjadi garis tegas
dimana..
disana..
kalimat mempunyai arti..
dan harapan..
mempunyai makna..
kalau saja..
air mata ini berati kesedihan
dan senyum ini adalah realitas..
seharusnya..
air mata ini mempunyai arti..
Dan senyum ini mnyimpan makna..
Kalau saja..
Karena senyum ini membeku
Dan air mata tiada berhenti..
Karena senyum ini kesedihan..
dan air mata ini realitas..
garis tipis yang memisahkan
tiadanya arti dan makna..
kedalam rapuhnya kalimat dan harapan..
kalau saja..
kalau saja.. ..
ini..
hanya berandai andai..
tentu..
rangkaian tawa ini..
bukan rangkaian jawaban..
kalau saja..
kalau saja..
aku tertawa..
atas jawaban itu
Subscribe to:
Posts (Atom)


