bila ..
kegembiraan adalah abu-abu
kesedihan adalah hitam dan putih
dimana tangis dan tawa
menjadi kata hubung
dimana realitas..
menjadi garis tegas
dimana..
disana..
kalimat mempunyai arti..
dan harapan..
mempunyai makna..
kalau saja..
air mata ini berati kesedihan
dan senyum ini adalah realitas..
seharusnya..
air mata ini mempunyai arti..
Dan senyum ini mnyimpan makna..
Kalau saja..
Karena senyum ini membeku
Dan air mata tiada berhenti..
Karena senyum ini kesedihan..
dan air mata ini realitas..
garis tipis yang memisahkan
tiadanya arti dan makna..
kedalam rapuhnya kalimat dan harapan..
kalau saja..
kalau saja.. ..
ini..
hanya berandai andai..
tentu..
rangkaian tawa ini..
bukan rangkaian jawaban..
kalau saja..
kalau saja..
aku tertawa..
atas jawaban itu
Monday, July 21, 2008
Nail
Dinding kosong..
Warna yang pudar..
tertelan dera waktu
tersaput tera demi tera
rentang perjalanan
yang pernah menghiasinya..
menjadi lukisan kelabu..
menyisakan bayang..
ingatan..
pada tiap tepi bingkai yang hilang..
Dinding kosong..
kusam membisu..
dalam dalamnya ingatan..
tiap ceruk paku
pernah menggantungkan
cerita kenangan..
cerita harapan..
dalam bingkai kehidupan
Dinding kosong..
kembali kosong..
makin pudar..
kusam..
penuh bekas paku..
rusak....
yang tidak dapat..
disembunyikan sang waktu
penuh bayang debu
tumpang tindih..
tetap membisu
diam menatap
lukisan demi lukisan
yang terbakar dihadapannya..
dinding ini..
telah kosong..
untuk cerita baru..
bingkai lainnya..
dan ceruk paku berikutnya..
Warna yang pudar..
tertelan dera waktu
tersaput tera demi tera
rentang perjalanan
yang pernah menghiasinya..
menjadi lukisan kelabu..
menyisakan bayang..
ingatan..
pada tiap tepi bingkai yang hilang..
Dinding kosong..
kusam membisu..
dalam dalamnya ingatan..
tiap ceruk paku
pernah menggantungkan
cerita kenangan..
cerita harapan..
dalam bingkai kehidupan
Dinding kosong..
kembali kosong..
makin pudar..
kusam..
penuh bekas paku..
rusak....
yang tidak dapat..
disembunyikan sang waktu
penuh bayang debu
tumpang tindih..
tetap membisu
diam menatap
lukisan demi lukisan
yang terbakar dihadapannya..
dinding ini..
telah kosong..
untuk cerita baru..
bingkai lainnya..
dan ceruk paku berikutnya..
Tuesday, July 15, 2008
path
We just human
Walking together..
Until our path crosses
Satu hari lagi..
Berlalu..
Berlarian..
Menebus waktu..
Melewati harapan..
Dan pergi..
Just ordinary day
Just a walking picture
Just another chance
To change
Kadang..
Terdiam..
Tersembunyi..
Seolah..
..senyum yang tersendat
Ordinary human
Crosses at any chance
To make another change
Measures..
Until we lost our ties..
Burried beyond time
Tanda lainnya
Penanda lainnya
Kembali tertera..
Entah..
Mungkin diam
Mungkin berjuang..
Mungkin..
Dan pergi..
Ties.
Forever..
This cross road..
Not a cross path..
In our time..
Just another history..
Ingatan..
Yang tidak bisa hilang..
Another..
Broken dream
Another..
Miss road to be taken..
Dijalan ini
Tersesat..
Dalam permainan waktu
berkelana
menemani senja
Walking together..
Until our path crosses
Satu hari lagi..
Berlalu..
Berlarian..
Menebus waktu..
Melewati harapan..
Dan pergi..
Just ordinary day
Just a walking picture
Just another chance
To change
Kadang..
Terdiam..
Tersembunyi..
Seolah..
..senyum yang tersendat
Ordinary human
Crosses at any chance
To make another change
Measures..
Until we lost our ties..
Burried beyond time
Tanda lainnya
Penanda lainnya
Kembali tertera..
Entah..
Mungkin diam
Mungkin berjuang..
Mungkin..
Dan pergi..
Ties.
Forever..
This cross road..
Not a cross path..
In our time..
Just another history..
Ingatan..
Yang tidak bisa hilang..
Another..
Broken dream
Another..
Miss road to be taken..
Dijalan ini
Tersesat..
Dalam permainan waktu
berkelana
menemani senja
Friday, July 04, 2008
dirimu
cerita demi cerita
hari hari yang memanjang
rindu dalam persimpangan
ingatan...
seolah terbuai
tertuai goda kenangan
ilusi..
nakal mencipta harapan
atas dirimu,...
ngarai teduh masa
irama menjadi gugat
nyayian itu terus mengalun
yang membedakan jeda dan gelora
onggokan kata tanpa rasa
mencipta riak dipermukaan
acak menarikan keraguan
nilai akan kehidupan
ragu menyapa..
inikah dunia..
akankah cerita ini hanya duka
lelah mendekap..
endap bersama angan
sedikit..
terlalu sedikit..
andai dan andai..
reka..
ingkar..
inikah titik terjauh..
menjadi maaf yang terbuang..
ironi sebuah perasaan..
sekeping waktu
sebuah cerita..
untuk mu ..
hari hari yang memanjang
rindu dalam persimpangan
ingatan...
seolah terbuai
tertuai goda kenangan
ilusi..
nakal mencipta harapan
atas dirimu,...
ngarai teduh masa
irama menjadi gugat
nyayian itu terus mengalun
yang membedakan jeda dan gelora
onggokan kata tanpa rasa
mencipta riak dipermukaan
acak menarikan keraguan
nilai akan kehidupan
ragu menyapa..
inikah dunia..
akankah cerita ini hanya duka
lelah mendekap..
endap bersama angan
sedikit..
terlalu sedikit..
andai dan andai..
reka..
ingkar..
inikah titik terjauh..
menjadi maaf yang terbuang..
ironi sebuah perasaan..
sekeping waktu
sebuah cerita..
untuk mu ..
Thursday, July 03, 2008
waktuku sudah habis
5 dari 6 tahun sudah kujalani dengan sepenuh hati
dan sekali lagi aku gagal..
semua yang kuharapkan..
kupertaruhkan..
..
aku akan tetap menjalani
baik sebagai cerita dan kewajiban untuk hidup
-----------------------------------------------------------------------------
aku disini akan tetap berjalan
dengan sedikit cahaya..
selama.. ada cahaya..
selama lamanya aku akan berjalan..
dan memilih..

aku gagal..
dan sekali lagi terluka dan terjatuh
..
mungkin tinggal kami..
dan sedikit harapan..
semoga tangan-tangan kecil mereka akan bisa meraih cahaya
yang tidak dapat kuraih lebih jauh lagi..
5 dari 6 tahun sudah kujalani dengan sepenuh hati
dan sekali lagi aku gagal..
semua yang kuharapkan..
kupertaruhkan..
..
aku akan tetap menjalani
baik sebagai cerita dan kewajiban untuk hidup
-----------------------------------------------------------------------------
aku disini akan tetap berjalan
dengan sedikit cahaya..
selama.. ada cahaya..
selama lamanya aku akan berjalan..
dan memilih..
aku gagal..
dan sekali lagi terluka dan terjatuh
..
mungkin tinggal kami..
dan sedikit harapan..
semoga tangan-tangan kecil mereka akan bisa meraih cahaya
yang tidak dapat kuraih lebih jauh lagi..
in memoriam
hari-hari berlalu..
menyisakan
sedikit dari yang tersisa..
..
sepi..
termanggu..
ragu..
hanya itu..
berulangkali..
berulang.. lagi..
dan sekali lagi..
dari hari itu..
kembali kesudut itu..
disudut itu..
sepi..
termanggu..
ragu..
dan.. terdiam..
mencoba menggenggam
apapun..
yang disisakan..
oleh bayanganmu..
apapun..
yang masih tertera..
dan kau tinggalkan..
terdiam..
menunggu tangisan
untuk meluruhkan riak hati ini
dan berhari hari..
berulang kali..
tiada keluar sedikitpun..
meski waktu tertuai
meski luka ini tiada terbebat
meski kematian menyapa
tiada..
tangis itu tetap tiada..
sungguh...
.. tidak ..
.. .. adil..
mungkin ..
saat itu akan tiba..
saat itu akan habis..
setelah semua sepi ..
dan jerat ragu
perlahan ..
membunuh kesadaran ini
mungkin tetap disudut itu..
dan menggenggam bayangan
masih ada yang bisa disebut manusia..
dalam pelukan dunianya
menyisakan
sedikit dari yang tersisa..
..
sepi..
termanggu..
ragu..
hanya itu..
berulangkali..
berulang.. lagi..
dan sekali lagi..
dari hari itu..
kembali kesudut itu..
disudut itu..
sepi..
termanggu..
ragu..
dan.. terdiam..
mencoba menggenggam
apapun..
yang disisakan..
oleh bayanganmu..
apapun..
yang masih tertera..
dan kau tinggalkan..
terdiam..
menunggu tangisan
untuk meluruhkan riak hati ini
dan berhari hari..
berulang kali..
tiada keluar sedikitpun..
meski waktu tertuai
meski luka ini tiada terbebat
meski kematian menyapa
tiada..
tangis itu tetap tiada..
sungguh...
.. tidak ..
.. .. adil..
mungkin ..
saat itu akan tiba..
saat itu akan habis..
setelah semua sepi ..
dan jerat ragu
perlahan ..
membunuh kesadaran ini
mungkin tetap disudut itu..
dan menggenggam bayangan
masih ada yang bisa disebut manusia..
dalam pelukan dunianya
Wednesday, July 02, 2008
[Contribution From Others - ThankYou]
[Contribution From Others - ThankYou]
Terima kasih atas kasihmu...
tanpa itu smua aku tak bisa tersenyum...
tanpa itu smua aku tak bisa tertawa lepas...
karna kasihmu adalah semangat jiwaku...
Dirimu datang dengan sejuta cinta...
sejuta kasih...
dan sejuta sayang...
Aku bersyukur pada Tuhan...
karena Dia memberikan dirimu untuk ku...
aku bersyukur pada Tuhan...
karena Dia mengijin kan aku...
tuk bisa mencintaimu. ..
dan berbagi kasih denganmu..
Bagiku kau adalah anugrah terindah...
bagiku kau adalah penerang langkahku...
bagiku kau adalah kesejukan...
karna..
dirimu hadir dalam sejuta kasih dan cinta .
[Contribution From Others - ThankYou]
saat ku terbangun dari semua derita
Saat ku hempas semua lara tersisa
selamatkan aku wahai cintaku
Tunaikan Rinduku atas kehadiranmu
Karena Kau Satu Cinta untuk jiwa
Saat harapan tak pernah mati
saat ke bahagiaan mungkin abadi
walau menggigil sekujur tubuhku
berdiri mematung di bawah derasnya hujan menderu
setia menanti engkau datang padaku
karena aku begitu mencintaimu
Kusisihkan yang hitam dan retak
Tak ingin ada cela kelak
Agar kau tak akan beranjak
mengisi hidup dan kehidupan tak terelak
semua terangkul lembut dalam ketulusan...
semua terangkul keras dalam kepamrihan.. ..
semua dapat terangkul di dalam hati....
Kumerendam gejolak asa yang terasa...
Bibir terkatup meratap kegundahan hati,
Tatkala hati berbunga rindu...
Rindu ingin bersua denganMu...
Saat Imanku mulai bersemi.
Terima kasih atas kasihmu...
tanpa itu smua aku tak bisa tersenyum...
tanpa itu smua aku tak bisa tertawa lepas...
karna kasihmu adalah semangat jiwaku...
Dirimu datang dengan sejuta cinta...
sejuta kasih...
dan sejuta sayang...
Aku bersyukur pada Tuhan...
karena Dia memberikan dirimu untuk ku...
aku bersyukur pada Tuhan...
karena Dia mengijin kan aku...
tuk bisa mencintaimu. ..
dan berbagi kasih denganmu..
Bagiku kau adalah anugrah terindah...
bagiku kau adalah penerang langkahku...
bagiku kau adalah kesejukan...
karna..
dirimu hadir dalam sejuta kasih dan cinta .
[Contribution From Others - ThankYou]
saat ku terbangun dari semua derita
Saat ku hempas semua lara tersisa
selamatkan aku wahai cintaku
Tunaikan Rinduku atas kehadiranmu
Karena Kau Satu Cinta untuk jiwa
Saat harapan tak pernah mati
saat ke bahagiaan mungkin abadi
walau menggigil sekujur tubuhku
berdiri mematung di bawah derasnya hujan menderu
setia menanti engkau datang padaku
karena aku begitu mencintaimu
Kusisihkan yang hitam dan retak
Tak ingin ada cela kelak
Agar kau tak akan beranjak
mengisi hidup dan kehidupan tak terelak
semua terangkul lembut dalam ketulusan...
semua terangkul keras dalam kepamrihan.. ..
semua dapat terangkul di dalam hati....
Kumerendam gejolak asa yang terasa...
Bibir terkatup meratap kegundahan hati,
Tatkala hati berbunga rindu...
Rindu ingin bersua denganMu...
Saat Imanku mulai bersemi.
Monday, June 30, 2008
Sunday, June 01, 2008
aku dan DIa
aku..
adalah namaku
hasratku
dan semua yang mengaku
aku
diriku..
aku..
adalah angkara
kekudusan
hitam dan putih
tanpa abu abu..
terpilih..
sebagai yang tanpa pilihan..
terpilih..
sebagai aku...
diriku..
aku ..
menantangNya ditiap kesulitan..
menghujatNya ditiap duka..
menangis dipangkuanNya ditiap kelelehan..
mencariNya ditiap kesendirian..
lari dariNya ditiap rasa Malu..
dan melupakannNya ditiap kegembiraan..
dan..
itulah diriku..
aku..
tidak memilih..
untuk menantang Penciptaku
menghujatNya..
atau mencintaiNya..
menjadi yang Dia inginkan..
saat ..
tiap saat..
tiap ingatan..
dan tiap duka yang menghampiri..
atau duka yang kutinggalkan
aku..
adalah aku..
CiptaanNya..
tanpa hormat yang palsu..
atau kebusukan yang tersembunyi..
dan..
itulah diriku..
aku..
tidak memilih agama..
karena aku tidak takut padaNya..
aku mencintaiNya..
mungkin sebanyak aku membenciNya
selamanya..
selama aku hidup berdampingan denganNya..
selama itulah..
aku menjadi diriku..
rasa hormatku padaNya..
dengan menjadi diriku..
aku..
bangga sebagai ciptaanNya
sebangga aku bahwa dia penciptaKu..
Pencipta..
yang tidak membuahkan rasa takut
..
Aku adalah fana
melewati siang yang panjang..
dalam senja dunia..
Mungkin malam akan menyapaku
dan membawaku padaNya
semoga saat itu aku bisa berdiri dihadapannNya
dengan bangga bisa berkata..
Aku telah menjadi diriku
menjalani semua keinginnannya
setulus yang aku punya..
setulus Dia menciptaku dahulu
cintaku padamu my dear God
inilah aku..
diriku..
adalah namaku
hasratku
dan semua yang mengaku
aku
diriku..
aku..
adalah angkara
kekudusan
hitam dan putih
tanpa abu abu..
terpilih..
sebagai yang tanpa pilihan..
terpilih..
sebagai aku...
diriku..
aku ..
menantangNya ditiap kesulitan..
menghujatNya ditiap duka..
menangis dipangkuanNya ditiap kelelehan..
mencariNya ditiap kesendirian..
lari dariNya ditiap rasa Malu..
dan melupakannNya ditiap kegembiraan..
dan..
itulah diriku..
aku..
tidak memilih..
untuk menantang Penciptaku
menghujatNya..
atau mencintaiNya..
menjadi yang Dia inginkan..
saat ..
tiap saat..
tiap ingatan..
dan tiap duka yang menghampiri..
atau duka yang kutinggalkan
aku..
adalah aku..
CiptaanNya..
tanpa hormat yang palsu..
atau kebusukan yang tersembunyi..
dan..
itulah diriku..
aku..
tidak memilih agama..
karena aku tidak takut padaNya..
aku mencintaiNya..
mungkin sebanyak aku membenciNya
selamanya..
selama aku hidup berdampingan denganNya..
selama itulah..
aku menjadi diriku..
rasa hormatku padaNya..
dengan menjadi diriku..
aku..
bangga sebagai ciptaanNya
sebangga aku bahwa dia penciptaKu..
Pencipta..
yang tidak membuahkan rasa takut
..
Aku adalah fana
melewati siang yang panjang..
dalam senja dunia..
Mungkin malam akan menyapaku
dan membawaku padaNya
semoga saat itu aku bisa berdiri dihadapannNya
dengan bangga bisa berkata..
Aku telah menjadi diriku
menjalani semua keinginnannya
setulus yang aku punya..
setulus Dia menciptaku dahulu
cintaku padamu my dear God
inilah aku..
diriku..
One Night
Tersentak aku malam ini oleh sapaan itu..
Sapaan..
yang entah mengapa
kutahu pasti segera menyapaku
yang entah..
kutahu aku menunggunya..
sapanya..
halo sobat lama..
aku segera datang begitu mendengar dirimu dalam kesulitan
kenapa harus sungkan memanggilku..
kita kan teman lama..
kamu tahu aku pasti datang bila dirimu dalam kesulitan..
aku pasti membantumu..
aku pasti membelamu..
aku temanmu..
dalam suka dan duka..
mengapa dirimu mengurung diri..
kali ini apa masalahmu kawan ?
janganlah terlalu sungkan..
aku siap disisimu untuk membantumu..
akupun tersenyum..
tanpa sadar air mata diam mengalir..
betapa aku ingin disapa..
betapa aku ingin diingat dalam duka..
betapa.. aku sungguh membutuhkan teman..
yang datang..
yang menghibur..
membantu..
betapa marah kawanku itu..
jawabnya..
dimana kawanmu yang satu itu..
apa dia penyebab semua ini lagi ?
apa dia meninggalkanmu ?
apa gunanya dia..
setiap aku tidak ada dia membuatmu menderita..
apa aku harus disisimu terus ?..
ikutlah aku..
akan kujaga dirimu dari duka dunia..
akan kujaga tawamu dari air mata..
aku terdiam..
betapa sering aku ingin membenarkan tiap katanya
betapa sering aku ingin memanggilnya
betapa sering.. aku ingin pergi..
betapa sering..
aku tetap terdiam memandangnya..
dan tanpa bisa kutahan aku bercerita..
teriring isak dan duka yang serasa mencabik..
teriring harapan dan keinginan..
untuk bangkit..
untuk .. .. membalas..
untuk .. .. lepas..
untuk .. .. semua yang hilang dariku..
untuk .. .. kewarasanku..
pelan..
perlahan..
tanpa sadar telah sekian lama aku bercerita..
meluap..
membara..
dan..
secara sadar menyadari keberadaannya..
kekuatannya..
dan semua sebab dia selalu hadir dalam tiap dukaku..
..
.
Semua sebab..
Yang selalu membuatku terdiam dari amukan hatiku..
Semua..
dia..
apa yang ingin kau inginkan sekarang kawanku ?
mengapa mendadak terdiam ?
apalah dirimu telah memutuskan apa yang hendak kau lakukan ?
apa yang kau inginkan ?
..
Jawablah..
Dan aku akan menjadi perisai dari dukamu..
Pedang bagi amarahmu..
Jangan takut..
Kamu selalu tahu..
Aku pasti bisa melakukan itu bagimu..
Karena kau adalah kawanku..
Mari kita selesaikan dukamu..
Bereskan semuanya..
Lalu ikutlah aku..
Ketempat dimana dirimu tidak akan menemui duka lagi..
Ikutlah..
Lupakan kawanmu yang satu itu..
Dia hanya datang dan pergi seenaknya..
Tidak peduli denganmu..
Kau tahu aku peduli padamu..
Aku tersentak..
Aku tahu dia benar..
dia bisa..
dia mau..
dia mampu..
dan betapa aku menginginkannya..
betapa.. indah.. semua harapannya..
semua yang kuinginkan..
semua yang ingin kuhancurkan..
semua yang mendukakanku..
semua yang meninggalkanku..
semua duka..
pergi..
per..gi..
..
.
Pedih merengutku..
Memadamkan semua bara..
Semua alasan..
Semua tangis..
Ingatan.. ..
Dan.. aku tertawa..
Tertawa sambil menangis..
Entah menertawakan apa..
Entah menangisi apa..
tertawa..
tertawa..
dan menyalakan pelita kecil dihati yang padam..
menghangatkan..
mengingatkankku pada kawanku satunya yang sedang entah dimana..
kawanku yang aneh..
pada tiap katanya..
pada tiap kebebasan..
yang selalu dia berikan..
pada tiap harapan dimanapun dia berada..
pada kepercayaan..
yang tulus..
kawanku sungguh heran..
apa yang kau tertawakan kawanku ?
apa dirimu tidak percaya kalau aku bisa ?
jawabku..
aku percaya..
karena itulah dirimu..
sangat sangat dirimu kawan yang baik..
terima kasih karena dirimu memberiku tawa ini..
dan betapa indah tawa ini..
betapa berharganya..
saat kita bisa menghargai tawa sebagai jawab atas duka..
tentu tawa yang terindah bukan..
..
Terima kasih..
Terima kasih kawan yang baik..
tapi cukup dengan sapaanmu tadi..
cukup dengan andilmu..
aku sudah bangun..
sadar..
betapa aku ingin menyakiti diriku sendiri..
betapa aku ingin mencari duka..
lebih dan lebih..
agar aku bisa menangis..
..
Aku mencari ditempat yang salah..
Aku ingin meluapkan duka kedalam baris baris amarah..
Aku menginginkan tawa..
Terima kasih kawan..
semua saranm..
semua niatmu..
tawaranmu..
dia tertawa..
tenang saja....
aku senang dirimu sudah tertawa..
meski aku lebih senang bila dirimu penuh amarah
lebih senang lagi apabila dirimu mau ikut aku..
disana akan lebih banyak tawa..
aku hanya bisa tersenyum..
terima kasih kawan..
aku akan tetap disini saja..
meski duka bertandang..
biarlah tawa dapatlah terundang pula..
agar..
kita dapat menghargai tiap saat
tiap ingatan..
tiap.. warna..
maka kawankupun meninggalkanku..
berkelana lagi kesepenjuru negeri...
mencari tiap orang yang berduka
tiap orang yang terluka..
pada tiap cobaan..
dengan tiada lupa menantiku pula..
jikalau aku menginginkannya..
ah..
kawanku lucifer..
memang giat..
biarlah kutunggu kawanku satu lagi..
yang lebih aneh..
dan kusayangi..
setulus yang kuingat
dan semampu yang kutunjukkan..
who said God had no sense of humour..
amen..
Sapaan..
yang entah mengapa
kutahu pasti segera menyapaku
yang entah..
kutahu aku menunggunya..
sapanya..
halo sobat lama..
aku segera datang begitu mendengar dirimu dalam kesulitan
kenapa harus sungkan memanggilku..
kita kan teman lama..
kamu tahu aku pasti datang bila dirimu dalam kesulitan..
aku pasti membantumu..
aku pasti membelamu..
aku temanmu..
dalam suka dan duka..
mengapa dirimu mengurung diri..
kali ini apa masalahmu kawan ?
janganlah terlalu sungkan..
aku siap disisimu untuk membantumu..
akupun tersenyum..
tanpa sadar air mata diam mengalir..
betapa aku ingin disapa..
betapa aku ingin diingat dalam duka..
betapa.. aku sungguh membutuhkan teman..
yang datang..
yang menghibur..
membantu..
betapa marah kawanku itu..
jawabnya..
dimana kawanmu yang satu itu..
apa dia penyebab semua ini lagi ?
apa dia meninggalkanmu ?
apa gunanya dia..
setiap aku tidak ada dia membuatmu menderita..
apa aku harus disisimu terus ?..
ikutlah aku..
akan kujaga dirimu dari duka dunia..
akan kujaga tawamu dari air mata..
aku terdiam..
betapa sering aku ingin membenarkan tiap katanya
betapa sering aku ingin memanggilnya
betapa sering.. aku ingin pergi..
betapa sering..
aku tetap terdiam memandangnya..
dan tanpa bisa kutahan aku bercerita..
teriring isak dan duka yang serasa mencabik..
teriring harapan dan keinginan..
untuk bangkit..
untuk .. .. membalas..
untuk .. .. lepas..
untuk .. .. semua yang hilang dariku..
untuk .. .. kewarasanku..
pelan..
perlahan..
tanpa sadar telah sekian lama aku bercerita..
meluap..
membara..
dan..
secara sadar menyadari keberadaannya..
kekuatannya..
dan semua sebab dia selalu hadir dalam tiap dukaku..
..
.
Semua sebab..
Yang selalu membuatku terdiam dari amukan hatiku..
Semua..
dia..
apa yang ingin kau inginkan sekarang kawanku ?
mengapa mendadak terdiam ?
apalah dirimu telah memutuskan apa yang hendak kau lakukan ?
apa yang kau inginkan ?
..
Jawablah..
Dan aku akan menjadi perisai dari dukamu..
Pedang bagi amarahmu..
Jangan takut..
Kamu selalu tahu..
Aku pasti bisa melakukan itu bagimu..
Karena kau adalah kawanku..
Mari kita selesaikan dukamu..
Bereskan semuanya..
Lalu ikutlah aku..
Ketempat dimana dirimu tidak akan menemui duka lagi..
Ikutlah..
Lupakan kawanmu yang satu itu..
Dia hanya datang dan pergi seenaknya..
Tidak peduli denganmu..
Kau tahu aku peduli padamu..
Aku tersentak..
Aku tahu dia benar..
dia bisa..
dia mau..
dia mampu..
dan betapa aku menginginkannya..
betapa.. indah.. semua harapannya..
semua yang kuinginkan..
semua yang ingin kuhancurkan..
semua yang mendukakanku..
semua yang meninggalkanku..
semua duka..
pergi..
per..gi..
..
.
Pedih merengutku..
Memadamkan semua bara..
Semua alasan..
Semua tangis..
Ingatan.. ..
Dan.. aku tertawa..
Tertawa sambil menangis..
Entah menertawakan apa..
Entah menangisi apa..
tertawa..
tertawa..
dan menyalakan pelita kecil dihati yang padam..
menghangatkan..
mengingatkankku pada kawanku satunya yang sedang entah dimana..
kawanku yang aneh..
pada tiap katanya..
pada tiap kebebasan..
yang selalu dia berikan..
pada tiap harapan dimanapun dia berada..
pada kepercayaan..
yang tulus..
kawanku sungguh heran..
apa yang kau tertawakan kawanku ?
apa dirimu tidak percaya kalau aku bisa ?
jawabku..
aku percaya..
karena itulah dirimu..
sangat sangat dirimu kawan yang baik..
terima kasih karena dirimu memberiku tawa ini..
dan betapa indah tawa ini..
betapa berharganya..
saat kita bisa menghargai tawa sebagai jawab atas duka..
tentu tawa yang terindah bukan..
..
Terima kasih..
Terima kasih kawan yang baik..
tapi cukup dengan sapaanmu tadi..
cukup dengan andilmu..
aku sudah bangun..
sadar..
betapa aku ingin menyakiti diriku sendiri..
betapa aku ingin mencari duka..
lebih dan lebih..
agar aku bisa menangis..
..
Aku mencari ditempat yang salah..
Aku ingin meluapkan duka kedalam baris baris amarah..
Aku menginginkan tawa..
Terima kasih kawan..
semua saranm..
semua niatmu..
tawaranmu..
dia tertawa..
tenang saja....
aku senang dirimu sudah tertawa..
meski aku lebih senang bila dirimu penuh amarah
lebih senang lagi apabila dirimu mau ikut aku..
disana akan lebih banyak tawa..
aku hanya bisa tersenyum..
terima kasih kawan..
aku akan tetap disini saja..
meski duka bertandang..
biarlah tawa dapatlah terundang pula..
agar..
kita dapat menghargai tiap saat
tiap ingatan..
tiap.. warna..
maka kawankupun meninggalkanku..
berkelana lagi kesepenjuru negeri...
mencari tiap orang yang berduka
tiap orang yang terluka..
pada tiap cobaan..
dengan tiada lupa menantiku pula..
jikalau aku menginginkannya..
ah..
kawanku lucifer..
memang giat..
biarlah kutunggu kawanku satu lagi..
yang lebih aneh..
dan kusayangi..
setulus yang kuingat
dan semampu yang kutunjukkan..
who said God had no sense of humour..
amen..
Sunday, February 03, 2008
ManCane
ada manusia yang berkata padaku :
manusia dewasa hidup diatas ke empat kakinya
agar dia cukup kuat untuk berjalan
sambil mengangkat beban kedewasaan
menyangga kebijaksanaan
dan membawa kehidupan
dan manusia itu juga berkata padaku :
celakalah dirimu
mahluk cacat
Hanya bersisa berkaki dua
karena tidak akan dapatl lagilah engkau
untuk mengangkat beban
hanya mahluk cacat
dirimu tidak akan bisa bertahan hidup
dengan berjalan terseret seret seperti itu
dirimu bukan lagi bagian dari kaum ini
dan aku terdiam
dengan dua kaki
gentar..
gemetar..
dan aku tetap terdiam
kembali berjalan
tidak berbalik
dengan dua kaki
kusangga dunia ini
hingga akhir nyawaku
hingga kutemui..
manusia manusia
yang tidak mempedulikan jumlah kakiku
atau cacatku
aku bertahan
terbuang..
..
dan bangga..
karena aku bisa berjalan
dan tetap hidup
seberapun cacatnya
dan sakitnya
manusia dewasa hidup diatas ke empat kakinya
agar dia cukup kuat untuk berjalan
sambil mengangkat beban kedewasaan
menyangga kebijaksanaan
dan membawa kehidupan
dan manusia itu juga berkata padaku :
celakalah dirimu
mahluk cacat
Hanya bersisa berkaki dua
karena tidak akan dapatl lagilah engkau
untuk mengangkat beban
hanya mahluk cacat
dirimu tidak akan bisa bertahan hidup
dengan berjalan terseret seret seperti itu
dirimu bukan lagi bagian dari kaum ini
dan aku terdiam
dengan dua kaki
gentar..
gemetar..
dan aku tetap terdiam
kembali berjalan
tidak berbalik
dengan dua kaki
kusangga dunia ini
hingga akhir nyawaku
hingga kutemui..
manusia manusia
yang tidak mempedulikan jumlah kakiku
atau cacatku
aku bertahan
terbuang..
..
dan bangga..
karena aku bisa berjalan
dan tetap hidup
seberapun cacatnya
dan sakitnya
Monday, January 07, 2008
[from other]
[from other]
Take my hand and lead the way;
tell me all you want to say.
Whisper softly in my ear,
all those things I want to hear.
Kiss my lips and touch my skin;
bring out passions deep within.
Pull me close and hold me near;
take away my pain and fear.
In the darkness of the night,
be my beacon, shine your light.
In the brightness of the sun,
show me that you are the one.
Give me wings so I can fly;
for I can soar when you're nearby.
Enter my heart, break down the wall,
it's time for me to watch it fall.
I've been a prisoner, can't you see?
Break my chains and set me free.
Strip me of my armor tight;
you'll find I won't put up a fight.
Release my soul held deep within . . .
I'm ready now, let love begin.
*from every route out there*
Take my hand and lead the way;
tell me all you want to say.
Whisper softly in my ear,
all those things I want to hear.
Kiss my lips and touch my skin;
bring out passions deep within.
Pull me close and hold me near;
take away my pain and fear.
In the darkness of the night,
be my beacon, shine your light.
In the brightness of the sun,
show me that you are the one.
Give me wings so I can fly;
for I can soar when you're nearby.
Enter my heart, break down the wall,
it's time for me to watch it fall.
I've been a prisoner, can't you see?
Break my chains and set me free.
Strip me of my armor tight;
you'll find I won't put up a fight.
Release my soul held deep within . . .
I'm ready now, let love begin.
*from every route out there*
Hingga ke Senja
teman..
seiring waktu..
hingga senja..
saat kehidupan tampak temaram
saat tiap saat seperti detak jantung
saat tinggal tangan itu yang memegang
hingga malam tiba
semoga tangan itu
yang menghangati
yang ada
diantara taburan bintang
saat itu
janganlah ada sesal
karena tiap waktu telah terjalani
tiap saat telah berarti
karena sesal
hanyalah milik mereka
yang bisa mengubah masa lalu
saat itu
kita akan berpisah
sebentar
temanku
..
seiring waktu..
hingga senja..
saat kehidupan tampak temaram
saat tiap saat seperti detak jantung
saat tinggal tangan itu yang memegang
hingga malam tiba
semoga tangan itu
yang menghangati
yang ada
diantara taburan bintang
saat itu
janganlah ada sesal
karena tiap waktu telah terjalani
tiap saat telah berarti
karena sesal
hanyalah milik mereka
yang bisa mengubah masa lalu
saat itu
kita akan berpisah
sebentar
temanku
..
in memoriam - KLA
pakaikan aku baju
supaya tiada malu aku dihadapan kalian
pakaikan
pakaian yang menurut kalian adalah baik
tapi aku lahir telanjang
seperti kertas kosong
meski saat aku kembali
kertas tersebut akan penuh terisi
ketelanjanganku telah ditutupi
mudah2an tulisan dikertas itu
menjadi saksiku antara ketelanjanganku
dan Dia yang mebawaku ke Dunia
dengan pakaian
atau tanpa pakaian..
supaya tiada malu aku dihadapan kalian
pakaikan
pakaian yang menurut kalian adalah baik
tapi aku lahir telanjang
seperti kertas kosong
meski saat aku kembali
kertas tersebut akan penuh terisi
ketelanjanganku telah ditutupi
mudah2an tulisan dikertas itu
menjadi saksiku antara ketelanjanganku
dan Dia yang mebawaku ke Dunia
dengan pakaian
atau tanpa pakaian..
w/p
[w]
Tuhanku
Tolonglah aku
Berikanlah aku mata
untuk melihat KasihMu
Berikanlah aku telinga
Untuk mendengar KeinginanMu
Berikanlah aku tangan
untuk membantu PekerjaanMu
Berikanlah aku Kaki
untuk menjalani PerintahMu.
[p]
beri aku hati
untuk dapat berserah dalam rencanaMu
dan mengimaniMu
beri aku bunga
supaya aku bisa tersenyum
dan jadikanlah hari ini menjadi berkat
bagi semua CiptaanMu
Tuhanku
Tolonglah aku
Berikanlah aku mata
untuk melihat KasihMu
Berikanlah aku telinga
Untuk mendengar KeinginanMu
Berikanlah aku tangan
untuk membantu PekerjaanMu
Berikanlah aku Kaki
untuk menjalani PerintahMu.
[p]
beri aku hati
untuk dapat berserah dalam rencanaMu
dan mengimaniMu
beri aku bunga
supaya aku bisa tersenyum
dan jadikanlah hari ini menjadi berkat
bagi semua CiptaanMu
My Lovely Friend
dulu..
kucari..
dan kutantang dirinya..
untuk muncul didepanku..
untuk berkata..
aku.. tidak takut..
dan..
aku tidak takut..
bukan karena dia tiada
tapi ..
karena karena dia ada..
ada..
mendampingiku..
mendukungku..
untuk hidup..
hidup..
yang berarti..
bukan sekedar hidup
dan .. mati..
hidup..
dan memberikan hidup..
bagi lainnya..
bagi semua yang kita kasihi..
dan mengasihi kita..
hidup yang ada..
di hati..
diluar batas waktu..
ia..
temanku terkasih..
sang kematian..
sampai ujung waktu..
saat ia akan mengantarku
padaNya,,
dan kami bersama berdoa..
pada saat itu aku akan berkata..
aku telah hidup
dengan sepenuh hati
menjadi cahaya dan karya..
dan ia akan memelukku
sahabat yang baik
yang mengingatkanku..
hidup..
sungguh berharga
kucari..
dan kutantang dirinya..
untuk muncul didepanku..
untuk berkata..
aku.. tidak takut..
dan..
aku tidak takut..
bukan karena dia tiada
tapi ..
karena karena dia ada..
ada..
mendampingiku..
mendukungku..
untuk hidup..
hidup..
yang berarti..
bukan sekedar hidup
dan .. mati..
hidup..
dan memberikan hidup..
bagi lainnya..
bagi semua yang kita kasihi..
dan mengasihi kita..
hidup yang ada..
di hati..
diluar batas waktu..
ia..
temanku terkasih..
sang kematian..
sampai ujung waktu..
saat ia akan mengantarku
padaNya,,
dan kami bersama berdoa..
pada saat itu aku akan berkata..
aku telah hidup
dengan sepenuh hati
menjadi cahaya dan karya..
dan ia akan memelukku
sahabat yang baik
yang mengingatkanku..
hidup..
sungguh berharga
Tuesday, December 18, 2007
Hingga Fajar
gelisah ini..
membawa perenungan..
ke jalan jalan ..
dan waktu mengendap
bersama dekap tirai malam
perjalanan ini
tanpa kata..
hanya gelisah..
tak tertuang..
terulur
hingga tak terukur..
menggapai..
menanti benturan..
agar berhenti..
ber.. henti..
..
Berdetaklah
..
aku..
takut..
..
menemui diriku
atau kegelisahan ini
menemukan hatiku..
atau perenungan..
menggelapkan sudut
dan mendekap..
menghangatkan ..
..
aku ..
takut..
..
perjalanan ini menjadi kata
yang tak dapat kuakui..
meski..
mimpi itu
telah membuatku terjaga
yang sesungguhnya
tidak ingin kusadari
..
perjalanan ini..
telah menjemput fajar
dan aku menangis
karena aku menantikannya
bukan menjawabnya....
membawa perenungan..
ke jalan jalan ..
dan waktu mengendap
bersama dekap tirai malam
perjalanan ini
tanpa kata..
hanya gelisah..
tak tertuang..
terulur
hingga tak terukur..
menggapai..
menanti benturan..
agar berhenti..
ber.. henti..
..
Berdetaklah
..
aku..
takut..
..
menemui diriku
atau kegelisahan ini
menemukan hatiku..
atau perenungan..
menggelapkan sudut
dan mendekap..
menghangatkan ..
..
aku ..
takut..
..
perjalanan ini menjadi kata
yang tak dapat kuakui..
meski..
mimpi itu
telah membuatku terjaga
yang sesungguhnya
tidak ingin kusadari
..
perjalanan ini..
telah menjemput fajar
dan aku menangis
karena aku menantikannya
bukan menjawabnya....
StreamOfMind
seperti biasa..
garis ini begitu tipis..
untuk membatasi pikiran
tipis..
sampai kadang terlupa
untuk menyentuhnya..
dengan pikiran..
dengan kata..
dengan..
kesadaran..
entah mengapa harus bergaris
dan mengapa bukan ditepi
seperti..
biasa ?..
mengapa tipis..
sehingga sayap kata dapat melewatinya..
dan sulur arti mejadi cerita
mengapa..
tampak biasa ?
entah aku bertanya..
mengenai garis..
mengenai artinya..
atau mengapa..
semua tampak .. biasa..
meski berbias bias..
entah..
mungkin baiknya kuhapus saja
garis tipis ini
sayangnya
penghapusnya tidak ada
garisnya tetap ada
dan aku tetap bertanya
apakah kesadaranku..
atau keberadaanku
membuat garisnya ada..
atau dirimu
dibalik garis khayal
dibalik peran kita
di panggung yang sama
menarikan imajinasi
tanpa
melewati..
garis ini..
garis ini
menandai cerita initapi tidak mengakhirinya..
garis ini begitu tipis..
untuk membatasi pikiran
tipis..
sampai kadang terlupa
untuk menyentuhnya..
dengan pikiran..
dengan kata..
dengan..
kesadaran..
entah mengapa harus bergaris
dan mengapa bukan ditepi
seperti..
biasa ?..
mengapa tipis..
sehingga sayap kata dapat melewatinya..
dan sulur arti mejadi cerita
mengapa..
tampak biasa ?
entah aku bertanya..
mengenai garis..
mengenai artinya..
atau mengapa..
semua tampak .. biasa..
meski berbias bias..
entah..
mungkin baiknya kuhapus saja
garis tipis ini
sayangnya
penghapusnya tidak ada
garisnya tetap ada
dan aku tetap bertanya
apakah kesadaranku..
atau keberadaanku
membuat garisnya ada..
atau dirimu
dibalik garis khayal
dibalik peran kita
di panggung yang sama
menarikan imajinasi
tanpa
melewati..
garis ini..
garis ini
menandai cerita initapi tidak mengakhirinya..
Tuesday, December 04, 2007
Panggung tawa
entah..
apakah aku bersedih
entah..
apakah aku bertanya
entah..
sedih karena harus bertanya
atau..
pertanyaan itu menyedihkan
entah..
karena aku tak dapat tertawa
entah..
karena akupun tak menangis
entah..
tertawa sambil menangis
atau..
menangisi tawa yang tidak kupunya..
mungkin..
aku mempertanyakan kesedihan
dan menertawakan tangisan
dan terdiam
dan diam..
karena air mata ini tiada berhenti
tidak ada yang bertanya
tidak ada yang tertawa
diam..
menatap punggung waktu..
bingkai kosong..
tanpa nama..
yang bisa kuingat..
apakah aku bersedih
entah..
apakah aku bertanya
entah..
sedih karena harus bertanya
atau..
pertanyaan itu menyedihkan
entah..
karena aku tak dapat tertawa
entah..
karena akupun tak menangis
entah..
tertawa sambil menangis
atau..
menangisi tawa yang tidak kupunya..
mungkin..
aku mempertanyakan kesedihan
dan menertawakan tangisan
dan terdiam
dan diam..
karena air mata ini tiada berhenti
tidak ada yang bertanya
tidak ada yang tertawa
diam..
menatap punggung waktu..
bingkai kosong..
tanpa nama..
yang bisa kuingat..
Sunday, December 02, 2007
once upon a time
Ada suatu masa
Dimana langit tampak biru
Dan dunia yang lebih luas
Dengan warna
Dan nuansa
Ada masa..
Ada masa itu..
Saat ceria berkejaran
Ada saat itu..
Ada..
Ada..
Selintas ada..
Dalam genggam benak
lalu lepas..
Kedalam ketiadaan
Tanpa penanda..
Dalam peluk waktu
Berlalu..
tanpa menoleh..
kini..
dunia itu..
penuh..
sesak..
tanpa warna
seolah terhapus waktu
meninggalkan gurat kasar
dan menyandang luka
sebagai penanda waktu..
sisa yang berarti
yang bisa teringat..
terbenam..
bersama untai waktu
hingga satu masa baru
musim lain
mengisinya..
dan mungkin..
tanpa menangisinya..
Dimana langit tampak biru
Dan dunia yang lebih luas
Dengan warna
Dan nuansa
Ada masa..
Ada masa itu..
Saat ceria berkejaran
Ada saat itu..
Ada..
Ada..
Selintas ada..
Dalam genggam benak
lalu lepas..
Kedalam ketiadaan
Tanpa penanda..
Dalam peluk waktu
Berlalu..
tanpa menoleh..
kini..
dunia itu..
penuh..
sesak..
tanpa warna
seolah terhapus waktu
meninggalkan gurat kasar
dan menyandang luka
sebagai penanda waktu..
sisa yang berarti
yang bisa teringat..
terbenam..
bersama untai waktu
hingga satu masa baru
musim lain
mengisinya..
dan mungkin..
tanpa menangisinya..
Subscribe to:
Posts (Atom)