Monday, January 07, 2008

[from other]

[from other]


Take my hand and lead the way;
tell me all you want to say.
Whisper softly in my ear,
all those things I want to hear.
Kiss my lips and touch my skin;
bring out passions deep within.
Pull me close and hold me near;
take away my pain and fear.
In the darkness of the night,
be my beacon, shine your light.
In the brightness of the sun,
show me that you are the one.
Give me wings so I can fly;
for I can soar when you're nearby.
Enter my heart, break down the wall,
it's time for me to watch it fall.
I've been a prisoner, can't you see?
Break my chains and set me free.
Strip me of my armor tight;
you'll find I won't put up a fight.
Release my soul held deep within . . .
I'm ready now, let love begin.

*from every route out there*

Hingga ke Senja

teman..
seiring waktu..
hingga senja..
saat kehidupan tampak temaram
saat tiap saat seperti detak jantung
saat tinggal tangan itu yang memegang
hingga malam tiba
semoga tangan itu
yang menghangati
yang ada
diantara taburan bintang

saat itu
janganlah ada sesal
karena tiap waktu telah terjalani
tiap saat telah berarti
karena sesal
hanyalah milik mereka
yang bisa mengubah masa lalu
saat itu
kita akan berpisah
sebentar
temanku
..

in memoriam - KLA

pakaikan aku baju
supaya tiada malu aku dihadapan kalian
pakaikan
pakaian yang menurut kalian adalah baik
tapi aku lahir telanjang
seperti kertas kosong
meski saat aku kembali
kertas tersebut akan penuh terisi
ketelanjanganku telah ditutupi
mudah2an tulisan dikertas itu
menjadi saksiku antara ketelanjanganku
dan Dia yang mebawaku ke Dunia
dengan pakaian
atau tanpa pakaian..

w/p

[w]
Tuhanku
Tolonglah aku
Berikanlah aku mata
untuk melihat KasihMu
Berikanlah aku telinga
Untuk mendengar KeinginanMu
Berikanlah aku tangan
untuk membantu PekerjaanMu
Berikanlah aku Kaki
untuk menjalani PerintahMu.

[p]
beri aku hati
untuk dapat berserah dalam rencanaMu
dan mengimaniMu

beri aku bunga
supaya aku bisa tersenyum
dan jadikanlah hari ini menjadi berkat
bagi semua CiptaanMu

My Lovely Friend

dulu..
kucari..
dan kutantang dirinya..
untuk muncul didepanku..
untuk berkata..
aku.. tidak takut..

dan..
aku tidak takut..
bukan karena dia tiada
tapi ..
karena karena dia ada..
ada..
mendampingiku..
mendukungku..
untuk hidup..
hidup..
yang berarti..
bukan sekedar hidup
dan .. mati..

hidup..
dan memberikan hidup..
bagi lainnya..
bagi semua yang kita kasihi..
dan mengasihi kita..
hidup yang ada..
di hati..
diluar batas waktu..

ia..
temanku terkasih..
sang kematian..
sampai ujung waktu..
saat ia akan mengantarku
padaNya,,
dan kami bersama berdoa..
pada saat itu aku akan berkata..

aku telah hidup
dengan sepenuh hati
menjadi cahaya dan karya..
dan ia akan memelukku
sahabat yang baik
yang mengingatkanku..
hidup..
sungguh berharga

Tuesday, December 18, 2007

Hingga Fajar

gelisah ini..
membawa perenungan..
ke jalan jalan ..
dan waktu mengendap
bersama dekap tirai malam

perjalanan ini
tanpa kata..
hanya gelisah..
tak tertuang..
terulur
hingga tak terukur..
menggapai..
menanti benturan..
agar berhenti..
ber.. henti..
..
Berdetaklah
..
aku..
takut..
..
menemui diriku
atau kegelisahan ini
menemukan hatiku..
atau perenungan..
menggelapkan sudut
dan mendekap..
menghangatkan ..
..
aku ..
takut..
..
perjalanan ini menjadi kata
yang tak dapat kuakui..
meski..
mimpi itu
telah membuatku terjaga
yang sesungguhnya
tidak ingin kusadari
..
perjalanan ini..
telah menjemput fajar
dan aku menangis
karena aku menantikannya
bukan menjawabnya....

StreamOfMind

seperti biasa..
garis ini begitu tipis..
untuk membatasi pikiran
tipis..
sampai kadang terlupa
untuk menyentuhnya..
dengan pikiran..
dengan kata..
dengan..
kesadaran..

entah mengapa harus bergaris
dan mengapa bukan ditepi
seperti..
biasa ?..
mengapa tipis..
sehingga sayap kata dapat melewatinya..
dan sulur arti mejadi cerita

mengapa..
tampak biasa ?

entah aku bertanya..
mengenai garis..
mengenai artinya..
atau mengapa..
semua tampak .. biasa..
meski berbias bias..

entah..
mungkin baiknya kuhapus saja
garis tipis ini

sayangnya
penghapusnya tidak ada
garisnya tetap ada
dan aku tetap bertanya
apakah kesadaranku..
atau keberadaanku
membuat garisnya ada..

atau dirimu

dibalik garis khayal
dibalik peran kita
di panggung yang sama
menarikan imajinasi
tanpa
melewati..
garis ini..

garis ini
menandai cerita initapi tidak mengakhirinya..

Tuesday, December 04, 2007

Panggung tawa

entah..
apakah aku bersedih
entah..
apakah aku bertanya

entah..
sedih karena harus bertanya
atau..
pertanyaan itu menyedihkan

entah..
karena aku tak dapat tertawa
entah..
karena akupun tak menangis

entah..
tertawa sambil menangis
atau..
menangisi tawa yang tidak kupunya..

mungkin..
aku mempertanyakan kesedihan
dan menertawakan tangisan
dan terdiam
dan diam..
karena air mata ini tiada berhenti
tidak ada yang bertanya
tidak ada yang tertawa
diam..
menatap punggung waktu..
bingkai kosong..
tanpa nama..
yang bisa kuingat..

Sunday, December 02, 2007

once upon a time

Ada suatu masa
Dimana langit tampak biru
Dan dunia yang lebih luas
Dengan warna
Dan nuansa

Ada masa..
Ada masa itu..
Saat ceria berkejaran
Ada saat itu..
Ada..

Ada..
Selintas ada..
Dalam genggam benak
lalu lepas..
Kedalam ketiadaan
Tanpa penanda..
Dalam peluk waktu
Berlalu..
tanpa menoleh..

kini..
dunia itu..
penuh..
sesak..
tanpa warna
seolah terhapus waktu
meninggalkan gurat kasar
dan menyandang luka
sebagai penanda waktu..
sisa yang berarti
yang bisa teringat..

terbenam..
bersama untai waktu
hingga satu masa baru
musim lain
mengisinya..
dan mungkin..
tanpa menangisinya..

Thursday, October 18, 2007

long time no see..
dipikir ni blog dah klaut.. ternyata masih ada ..
hehehe, siap-siap mulai lagi ah :D

Sunday, January 11, 2004

ah
malam kian larut
menyisakan sisa kesadaran
yang galau meremang
menyusuri tepi tepi khayal
menyisakan …
membisikkan …
semua … yang tertinggal
yang … ingin ditanggalkan
semua .. yang terputuskan
dan … ingin diputuskan
yang kian menepi
kian tertepis
oleh tipisnya bara hati
terlukis …
terbilang …
bersama kelembaban
bersama datangnya embun
bersama … mengiring
jasad melepas hari
melepaskan hati
kedalam …. sepi …
menyimpannya …
mengacaknya ..
mengayaknya …
dari kesesakan …
dari kesal …
dari …
yang tadinya ada
menjadi butiran malam
mengambang
bersama …
mengalir …
menusuk …
dan …
malam pun menjemput pagi
meninggalkan pelabuhan yang kosong
menuju lautan mimpi
tanpa tepi
tanpa semua
menyimpan
dan tiada bertanya
menunggu
esok berubah
menjadi kenang
dan … akupun menangis
bersama diamku
bersama yang tiada kupunyai
bersama mimpi
tanpa hak akan esok
tanpa alasan ..
untuk menemuinya..
untuk tidak ……
ataupun untuk ….
mengakuinya …
mungkin hanya malam ini …
kembaran …
kembara masa ….
….
l..e..l..a……h


...
Hati seperti tersayat
disaat alunan rasa
menyingkap tajamnya waktu
yang memutar roda duka
berjalan
diantara lembah lembah kebisuan
untuk menahan
..
sekedar
..
rembes luka
..
rentannya
..
sebuah perasaan
..
luka
..
disaat
tiada lagi yang dapat disalahkan
karena itu telah terjadi
tanpa dapat diakui
a Journey to the Far Point

Dapatkah kau sadari

Di suatu tempat
ada Hati yang sangat mencintaimu
selalu Berdoa
selalu Membimbing
selalu .. Berharap kau menjadi lebih baik
menjadi yang terbaik

Sadarkah kau sungguh beruntung
selalu ada tempat
dimana kau sungguh dikasihi
dinanti
tempat dimana kau selalu dibela

dan .. Dia selalu mengajarimu
menghajarmu
agar habislah keliaran hatimu
agar kau sadar

Walau kau tak pernah tahu
apa rencanaNya

Tapi mungkin baik kau sadari
kau hidup dari rencanaNya
hidup bersama rencanaNya
didalam rencanaNya
yang ... Agung

Demi kamu
san kamu telah dipilih
untuk turut memperindah
menghiasi rencana rencanaNya
dan rencanaNya adalah suatu berkat
bagimu dan bagi banyak lagi
bersama waktu ...

sadarilah ...
mungkin kau akan menemukan rumahmu
tempatmu di dunia ini
tempatNya
dan semua harapanNya

Dia yang samar
dipenjuru batas khayali
didalam ... hatimu
disebuah titik yang jauh
titik yang damai
Memperhatikan kita
Menunggu
kita berjalan
menuju diriNya
sebelum palu waktu melumpuhkan

Cinta
Adalah lautan
Sangat Luas untuk dilihat sekali pandang
dan sangat jauh untuk dijelajahi dalam waktu singkat
Sangat Indah permukaannya
tapi sangat dalam untuk diterka isinya
Dipenuhi riak riak kecil untuk melewatinya
dipenuhi arus arus untuk diselami
Dapat menjadi pasang
dapat pula surut

Cinta adalah lautan
memenuhi hatimu
membanjiri pikiranmu
menggenangi hari2mu

Cinta
adalah kata
dimana waktu tidak mendapat peran
perlahan menyergap
dan menjatuhkanmu kedalamnya




Tuhanku
Tolonglah aku
Berikanlah aku mata
untuk melihat KasihMu
Berikanlah aku telinga
Untuk mendengar KeinginanMu
Berikanlah aku tangan
untuk membantu PekerjaanMu
Berikanlah aku Kaki
untuk menjalani PerintahMu
..
Tuhanku
berilah aku hati
untuk MencintaiMu
berilah aku Iman
untuk MentaatiMu
..
Tuhanku
biarlah Kau bimbing aku
Kedalam RencanaMu
hingga masa menutup
hingga keperjalanan pulang
..
Amen



Lagu ini lagi
sebuah lagu lama
lagu lama yang terus dilantunkan
hanya untuk mengusir sepi
karena bangsa ini telah hilang
musnah dan kosong
bahkan lebih kosonng dibanding hatiku
lantunan ini begitu lembut
untuk mengenang masa masa lalu
saat kita masih bersama sama
mencipta rasa bagi bangsa ini
saat cinta masih bersemai dihati
bersama bangsaku dahulu
bersama jamanku dahulu
alam lampauku
getarannya terasa lemah
masaku mulai hilang
mungkin hanya tinggal lagu ini
hingga mungkin musim berganti lagi
membawa cipta bagi bangsa ini
lau lagu baru
untuk lagu lagu yang indah

Berapa banyak kau minta
berapa banyak merka pinta
sungguhkah banyak kupunya ??
untuk kubagikan
untuk memuaskanmu
untuk menyenangkan mereka
banyakkah yang kuminta
darimu
atau kalian semua
hingga tampak mustahil
seperti mengada ada
adakah pengertianmu
bagiku
apakah diri ini
jauh dari pengertian kalian
sungguh aku menyayangimu
tapi
apakah itu memuaskan
pengertian dunia
atas pengertianku

Susunan
tidak menjadi terlalu penting
tidak menjadi terlalu aneh
untuk menyusun simpul
atau mengubahnya
adanya simpul
mengikat adanya
terlalu erat
pun terurai
pun acak membelit
apapun hasilnya
hanya berupa lilitan
pusaran yang menyisakan celah
tanpa beda
kasar
serabut
akar
liar
terjebak
dalam susunan
menjadi kusut
lantak asalnya
hingga ujung
atau satu
mungkinkah kecil
apalah susunannya
hanya membuntal
tertahan
subuah buntalan
pintalan kusut
mungkin seperti simpul
mungkin
tapak menyimpulkan
seperti biasa
susah diurakan

Muka muka
yang mengiringi waktuku
wajah wajah muda
wajah lelah
yang mencoba bertahan
dalam celah suaka kehidupan
tiada menentu
wajah wajah kami
yang mencoba melepas sesak
bergurat tempaan tanpa henti
untuk tetap percaya
bahwa
dunia akan menyisakan harapan
dunia kami ini
langkah ini
yang penuh goda
dalam bayang kebenaran
dan bayang kebesaran
tampuk
pada pundak kami
itulah wajah kami
rona wajah jaman
dipanggung ini
diatas segala sorot
yang menekan kesadaran
untuk berlaku ayal
memandang esok
wajah wajah itu
wajah wajah disekelilingku
persahabatan kami
tiada terkata
dalam taut
jaman yang akan kami songsong
jaman yang harus kami bangun
dan semua hutang jaman
bersama
menjadi suar
dalam kelana ini

Panggung ..
sama ..
panggung
dimana pemain
menjadi penonton
bermain
dipermainkan
panggung kata
dan semua ulah
gubah
menjadi sutradara
bergerak
berpindah
sebagai ..
bagian ceruk waktu
yang bukan ..
akan ..
bukan sebisanya
karena panggung ini
bukanlah uraian
pertanyaan
sandiwara
Panggung ini
sedikit peta
dari alasan
dan kebenaran
bukan membenarkan
suatu kebetulan
yang mempertemukan
.. kata ..